Sabtu, 17 November 2012

Laporan Praktikum Jaringan Otot



A.    JUDUL    : JARINGAN OTOT

B.     TUJUAN : 
1.      Mempelajari jaringan-jaringan otot.
2.      Membandingkan, struktur histologist jaringan otot rangka, otot jantung dan otot polos.

C.    DASAR TEORI
Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot yang berperan dalam pergerakan tubuh atau bagian tubuh. Kemampuan otot untuk berkontraksi disebabbkan oleh adanya serabut intraseluler atau myofibril yang kontraktil.
Sel otot umumnya berbentuk memeanjang, sehingga disebut juga serabut otot. Bagian-bagian sel otot mempunyai sebutan khusus, membrane selnya disebut sarkolema, sitoplasmanya disebut sarkoplasma, reticulum endoplasmanya disebut reticulum sarkoplasma dan mitokondrianya disebut sarkosoma.
Pada vertebrata terdapat tiga tipe jaringan otot, otot rangka, otot jantung dan otot polos. Secara histologis otot rangaka dan otot jantung tergolong sebagai otot lurik atau otot serat melintang, karena miofibrilnya memantulkan cahaya gelap dan terang berselang-seling yang berjajar teratur membentuk pita-pita vertical terhadap poros otot.
Jaringan otot dapat dibedakan menjadi 3 macam :
1.      Jaringan otot rangka/lurik.
http://prastiwisp.files.wordpress.com/2010/07/otot-lurik1.jpg?w=228&h=158
Gambar jaringan otot rangka/lurik.
Otot  lurik atau otot rangka merupakan jenis otot yang melekat pada seluruh rangka, cara kerjanya disadari (sesuai kehendak), bentuknya memanjang dengan banyak lurik-lurik, memiliki nukleus banyak yang terletak di tepi sel. Contoh otot pada lengan. Dinamakan otot lurik karena bila dilihat di bawah mikroskop tampak adanya garis gelap dan terang berselang-seling melintang di sepanjang serabut otot. Oleh sebab itu nama lain dari otot lurik adalah otot bergaris melintang. Kontraksi otot lurik berlangsung cepat bila menerima rangsangan, berkontraksi sesuai dengan kehendak dan di bawah pengaruh saraf sadar. Fungsi otot lurik untuk menggerakkan tulang dan melindungi kerangka dari benturan keras. Struktur halus miofibril yang terlihat sebagai benang-benang panjang dengan diameter 1-3 mikrometer dibawah mikroskop cahaya, terdiri satuan-satuan yang lebih kecil “ miofilamen”. Ada dua macam ukuran yaitu:
a         Filamen yang lebih tebal, mengandung myosin, garis tengah sekitar 12-15 nm denagan panjang 1,5 mikrometer dan menempati bagian tengah sarkomer membentuk pita A
b        Filamen tipis, mengandung aktin, garis tengah 5 nm, dan panjang sekitar 1 mikrometer dan terikat pada kedua belah garis
c         Filamen menengah (intermediate) (10 nm) membentuk jarring-jaring luas
d        Filamen tranversal, filamen berbebtuk kberkas halus menghubungkan miofibril-miofibril berdekatan berjalan antara garis-garis 2 dan garis-garis M.
2.      Jaringan otot jantung.
http://files.devoav1997.webnode.com/200040706-c7031c7fd5/otot%20jantung%202.jpg
Gambar jaringan otot jantung.
Otot jantung bersifat lurik dan invalunter berkontraksi secara ritmis dan automatis. Mereka hanya terdapat pada miokard (lapisan otot pada jantung) dan pada pembuluh darah yang besar yang secara langsung berhubungan dengan jantung. Pada daerah khusus yang disebut diskus interkalaris. Setiap sel mempunyai panjang sekitar 1x00micrometer dan panjang 15 micrometer, ujungnya terbelah dua yang terletak pada sel yang berdekatan. Serat otot jantung dibungkus suatu sarkolema tipis mirip yang terdapat pada otot rangka, dan sarkoplasma yang penuh mitokondria. Miofibril-miofibril terpisah oleh deretan mitokondria yang mengakibatkan gambaran gurat-gurat memanjang yang nyata. Gambaran lurik melintang pada miofibril, dengan guarat-gurat A,1,2,N dan M sebagaimana pada otot rangka juga nyata tetapi guratnya tidak sejelas terdapat pada otot rangka . Intinya lonjong panjang dan terdapat di tengah serat diantara miofibril-miofibril yang divergen. Sekitar inti terdapat daerah sarkoplasma berbentuk gelandong dengan banyak mitokondria.
3.      Jaringan Otot Polos.
http://prastiwisp.files.wordpress.com/2010/07/otot-polos-iqbalali-com1.jpg?w=239&h=205
Gambar jaringan otot polos.
Otot polos adalah salah satu otot yang mempunyai bentuk yang polos dan bergelondong. Cara kerjanya tidak disadari (tidak sesuai kehendak) / invontary, memiliki satu nukleus yang terletak di tengah sel. Otot ini biasanya terdapat pada saluran pencernaan seperti:lambung dan usus. Jenis otot ini disebut juga sebagai otot tidak lurik atauotot involunter. Otot polos terutama terdapat pada bagian visceral, membentuk bagian yang kontraktil pada dinding saluran cerna sejak pertengahan esophagus sampai ke anus, termasuk saluran-saluran keluar kelenjar yang berhubungan dengan sistem ini. Terdapat juga pada sistem pernafasan, sistem reproduksi, pada arteri dan vena, pembuluh limfe, dan dari visera berongga. Seart otot polos dalam keadaan relaksasi merupakan sel panjang, berbentuk gelondong, meruncing di kedua ujungnya dan mempunyai bagian tengah yang lebih lebar, tempat letak intinya. Ukuran tergantung tempatnya dari 20 micrometert pada pembuluh darah sampai 0,005 mm dalam rahim wanita hamil.
            Dapat dikatakan satuan kontraktil otot polos adalah sel dan bukan sarkomer (yang tidak ada) rupanya “attachment plaque”. Pada sarkolema dan mpadat sel (dense bodies) dalam sarkoplasma dihubungkan oleh berkas-berkas filamen menengah dengan garis tengah 10 nm, membentuk suatu rangka atau kerangka dalam sev. Badan padat mengandung alfa aktinin, suatu protein yang dapat pada garis-garis yang menjadi tempat perlekatan miofilamen tipis. Kekuatan kontraksi dihasilkan oleh mekanisme filamen yang bergeser antara miofilamen tebal dan tipis dan diteruskan oleh badan padan padat kerangka bsev yang terdiri dari filamen-filamen 10 nm, untuk memendekkkan panjang sel.
Sebagian besar otot polos dibentuk melalui perkembangan sel-sel mesenkim, walaupun yang terdapat pada iris berasal dari ectoderm. Dalam hubungan dengan beberapa kelenjar dan saluran keluarganya seperti kelenjar-kelenjar liur, kelenjar keringat, dan kelenjar lakrimal, ada sel-sel dengan banyak cirri khas otot polos yang berkembang dari ectoderm dan sel mioepitel. Sel otot polos dapat bertambah ukurannya akibat rangsangan fisiologis (dalam rahim selama kehamilan) dan akibat rangsangan patologis (dalam arteriol pada hipertensi) tyerutama oleh bertambah besarnya masing-masing sel otot.

D.    ALAT DAN BAHAN
1.      Alat      :
1.      Mikroskop.
2.      Bahan   :
1.      Penampang membujur otot rangka, otot jantung dan otot polos.

E.     PROSEDUR KERJA
Melakukan pengamatan preparat-preparat di bawah mikroskop pada perbesaran 10 X 10 dan 45 X 10, kemudian membuat gambar pengamatan-pengamatan :
1.   Jaringan otot rangka
a.       Mengamati model jaringan otot rangka. Memperhatikan bentuk selnya, letak dan jumlah inti dan susunan sel-selnya.
b.      Mengamati preparat histologist otot rangka dibawah mikroskop. Mencari dan menggambar serabut otot lengkap dengan inti, sarkoplasmanya dan sarkolemanya. Mengatur micrometer untuk dapat melihat garis-garis gelap terangnya dengan jelas.
2.      Jaringan otot jantung
a.       Mengamati odel jaringan otot jantung. Memperhatikan bentuk selnya, letak dan jumlah inti dan susunan sel-selnya.
b.      Mengamati preparat histologist otot rangka dibawah mikroskop. Mencari dan menggambar serabut otot jantung dengan inti dan diskus interkalarasinya. Melihat garis gelap terangnya.
3.      Jaringan otot polos
a.       Mengamati jarinan oto polos. Memperhatikan bentuk selnya, letak dan jumlah inti dan susunan sel-selnya.
b.      Mengamati preparat histologist otot polos dibawah mikroskop. Memperhatikan lapisan otot polos yang tersusun secara sirkuler dan longitudinal dan menggambar sel-selnya. Melihat susunan bentuk sel otot polos yang sebenarnya.

F.     HASIL PENGAMATAN


 










            Jaringan otot rangka 10x10                             Jaringan otot rangka 40x10


 









            Jaringan otot jantung 10x10                           Jaringan otot jantung 40x10








            Jaringan otot polos 10x10                               Jaringan otot polos 40x10      

G.    PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil pengamatan pada praktikum yang dilakukan pada jaringan otot rangka modelnya berbentuk serabut panjang yang cenderung tidak bercabang nampak agak berwarna/lurik dengan garis terang dan gelap. Memiliki inti yang berjumlah banyak dan inti-intinya terletak pada bagian pinggir dari searbut-serabut yang berbentuk panjang tersebut. Meskipun sebenarnya pada jaringan otot rangka ini bentuk serabutnya tidak bercabang, tapi dipengamatn pada praktikum ditemukan ada juga yang nampak bercabang, itu mungkin diakibatkan oleh sel-selnya yang saling tindih/tersusun.
Nama lain dari jaringan otot rangka ini adalah jaringan otot lurik dan begitupun sebaliknya. Alasan digunakan nama jaringan otot rangka karena sebagian besar jenis otot ini melekat pada kerangka tubule. Kontraksinya menurut kehendak kita dan di bawah pengaruh saraf sadar.  Dinamakan otot lurik karena bila dilihat di bawah mikroskop tampak adanya garis gelap dan terang berselang-seling melintang di sepanjang serabut otot. Oleh sebab itu nama lain dari otot lurik adalah otot bergaris melintang. Kontraksi otot lurik berlangsung cepat bila menerima rangsangan, berkontraksi sesuai dengan kehendak dan di bawah pengaruh saraf sadar. Fungsi otot lurik untuk menggerakkan tulang dan melindungi kerangka dari benturan keras.
Pada jaringan otot jantung berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan pada praktikum nampak jaringan otot yang modelnya berbentuk serabut panjang, dan silindris. Bila hanya dilihat sepintas tanpa diperhatikan secara jelas Pada jaringan otot jantung ini  modelnya terlihat sama dengan model pada jaringan otot rangka. Tapi sebenarnya tidak karena pada jaringan otot jantung bentuk serabutnya bercabang. Selain itu tampak juga adanya garis yang terang dan gelap, masing-masing dari sel pada jaringan otot ini memiliki satu inti yang terletak pada bagian tengah dari sel. Dari strukturnya pada jaringan otot jantung ini cenderung sama dengan bentuk dari jaringan otot rangka, yang berbeda hanyalah pada bentuk srabut yang tidak bercabang dan letak inti dari sel. Jaringan otot jantung ini hanya terdapat pada lapisan tengah dinding jantung. Strukturnya menyerupai otot lurik, Meskipun begitu kontraksi otot jantung secara refleks serta rangsang lambat. Fungsi otot jantung adalah untuk memompa darah ke luar jantung atau keseluruh tubuh.
Jaringan otot jantung ini hanya terdapat pada lapisan tengah dinding jantung. Strukturnya menyerupai otot rangka/lurik, meskipun begitu kontraksi otot jantung secara refleks serta reaksi terhadap rangsang lambat. Tapi bedanya dengan otot lurik yaitu bahwa otot lirik memiliki satu atau dua nukleus yang terletak di tengah/tepi sel. Dan otot jantung adalah satu-satunya otot yang memiliki percabangan yang disebut duskus interkalaris. Otot ini juga memiliki kesamaan dengan otot polos dalam hal cara kerjanya yakni involuntary (tidak disadari).
Di dalam sel dari jaringan otot jantung ini terdapat sarkoplasma dan sarkolema. Sarkoplasma adalah cairan sel otot yang fungsinya untuk tempat dimana miofibril dan miofilamen berada. Miofibril merupakan serat-serat pada otot sedangkan mikrofilamen adalah benang-benang/filamen halus yang berasal dari miofibril. Selain sarkoplasma terdapat juga sarkolema yaitu membran yang melapisi suatu sel otot yang fungsinya sebagai pelindung otot. Secara umum sarkolema bersifat transparan, kenyal dan resisten terhadap asam dan alkali. Serabut
Pada jaringan otot polos berdasarkan hasil pengamatan pada praktikum yang dilakukan nampak jaringan otot yang berbentuk serabut panjang seperti kumparan dengan ujungnya yang bebebtuk runcing. Jaringan otot polos mempunyai serabut-serabut (fibril) yang homogen sehingga bila diamati di bawah mikroskop tampak polos atau tidak bergaris-garis. Otot polos berkontraksi secara refleks dan di bawah pengaruh saraf otonom. Bila otot polos dirangsang, reaksinya lambat. Otot polos terdapat pada saluran pencernaan, dinding pembuluh darah dan saluran pernafasan.
Otot polos adalah salah satu otot yang mempunyai bentuk yang polos dan bergelondong. Cara kerjanya tidak disadari (tidak sesuai kehendak) / invontary, memiliki satu nukleus yang terletak di tengah sel. Jaringan otot polos mempunyai serabut-serabut (fibril) yang homogen sehingga bila diamati di bawah mikroskop tampak polos atau tidak bergaris-garis.
H.    KESIMPULAN
Setelah pengamatan dan pembahasan maka bisa disimpulkan bahwa jaringan otot terbagi atas :
1.      Jaringan otot rangka/lurik.
Jaringan otot rangka sering disebut juga sebagai jaringan otot lurik karena ada alasan-alasan tertentu, yaitu karena bila dilihat di bawah mikroskop tampak adanya garis gelap dan terang berselang-seling melintang di sepanjang serabut otot. Oleh sebab itu nama lain dari otot lurik adalah otot bergaris melintang. Model berbentuk serabut panjang yang tidak bercabang dan memliki inti banyak yang terletak pada bagian tepi dari sel.
2.      Jaringan otot jantung.
Jaringan otot jantung ini hanya terdapat pada lapisan tengah dinding jantung. Strukturnya menyerupai otot rangka/lurik. Jaringan otot jantung modelnya berbeda dengan model jaringan otot rangka krena pada jaringan otot berbentuk serabut yang bercabang. Memiliki inti yang teletak pada bagian tengah dari masing-masing sel.
3.      Jaringan otot polos.
Jaringan otot polos memiliki model yang berbentuk serabut panjang seperti kumparan yang ujungnya meruncing. Jaringan otot polos mempunyai serabut-serabut (fibril) yang homogeny


I.       JAWABAN TUGAS
1.      Selain pada rangka, otot skelet melekat juga pada lidah, bibir, daun telinga, kelopak mata, dan diagfrahma.
2.      struktur yang menghubungkan antara otot rangka dan tulang :
a.       Sendi : merupakan tempat di mana 2 tulang berpaut
b.      Tendon : merupakan tempat bersatunya otot filet, hampir semua otot rangka menempel pada tulang. Tendon terdapat jaringan ikat fibrosa ( tidak elastis ) yang tebal dan berwarna putih yang menghubungkan otot rangka dengan tulang.
c.       Ligamen : pengencang satu tulang dengan tulang yang lain.
3.      a. Gambar penampang melintang berkas otot rangka
 









b. Gambar penampang melintang berkas otot jantung










d.      Gambar penampang melintang berkas otot jantung
 

















DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2010. Otot polos. (Online). Tersedia di: http//biologi.blogsome.com/2010/11/24.
Anonim.2010. Otot lurik dan Otot Jantung. (Online). Tersedia di: http//biologi.blogsome.com/2010/11/25.
Campbell, N. A.1993. Biology, third edition. Benjamin Cummings Publishing           Company, inc, Redwood city
Teaching team. 2010. Penuntun Praktikum Struktur Hewan .Laboratorium Jurusan Biologi FMIPA UNG:Gorontalo.
Luis Carlos Junquiera, Jose Carneiro.HISTOLOGI DASAR : Text & Atlas.EGC;2007.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar